Mobile Version
m.jambiekspresnews.com

Gunung Kerinci Keluarkan Dentuman
Senin, 18/04/2016 - 10:17:50 WIB | Kategori: Kerinci - Dibaca: 1548 kali

 Masih Berstatus Siaga Level II

KERINCI-Gunung Kerinci masih terus menggeliat. Meski sepanjang Minggu kemarin (17/4) puncaknya tertutup kabut tebal, namun informasi yang diperoleh koran ini dari Petugas Pemantau Gunung Kerinci di R10, Dudung, gunung tertinggi di Sumatera itu sempat mengeluarkan dentuman keras pada Minggu dini hari (17/4) sekitar pukul 01.30 Wib.

 ‘’Hari ini (kemarin, red), kita tidak bisa melihat karena tertutup kabut, namun tadi malam sekitar pukul 01.30 Wib (17/4) sempat terdengar dentuman keras dari atas (gunung,red),’’ ujarnya saat dikonfirmasi via ponsel.

Dudung menambahkan, dentuman yang signifikan itu itu terjadi sekali. Saking kerasnya, dentuman itu terdengar sampai ke pemukiman warga di kaki gunung.

‘’Dentuman yang keras itu terdengar sekali. Kita rencana mau ke lapangan (Pintu Rimba, red) untuk memantau langsung kondisi gunung, dari R 10 tidak kelihatan,’’ sebutnya.

Hanya saja, Sarbutet Kepala Desa Koto Tengah, Kecamatan Kayu Aro mengatakan, pihaknya yang berada sekitar 3 Km dari Gunung Kerinci justru tidak mendengar adanya dentuman keras itu.

‘‘Tidak ada dengar dentuman, kalau gemuruh-gemuruh kecil sering. Kalau dentuman belum,’‘ ujarnya.

Menurutnya, masyarakat masih beraktivitas seperti biasa dan tidak merasa cemas. ‘‘Warga masih beraktivitas seperti biasa, ke ladang,’‘ katanya.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kerinci Edi Ruslan mengatakan, dari laporan Pos Pemantau Gunung Kerinci kepada pihaknya tidak ada informasi dentuman. 

‘‘Mereka melapor ke BPBD tiap hari, tidak ada disampaikan adanya dentuman,’‘ ujarnya.

Hanya saja, laporan terakhir Pos Pemantau Gunung Kerinci yakni tertanggal 16 April 2016, namun demikian, dentuman itu baru terjadi Minggu dini hari.

‘‘Kesimpulan Gunung Kerinci masih waspada. Masyarakat tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 3 Km dari kawah aktif. Sebaiknya jalur penerbangan di sekitar Gunung Kerinci dihindari, karena sewaktu-waktu masih dapat terjadi abu dengan ketinggian yang bisa mengganggu jalur terbag,’‘ jelasnya.

Saat ini kata Edi, BPBD Kerinci masih melakukan pendataan untuk antisipasi. ‘‘Kita masih pendataan, untuk antisipasi. Kalau terjadi bencana kita sudah bisa memetakan, dimana titik temu,’‘ ucapnya.

Sementara itu, meski status gunung Kerinci oleh pemerintah melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dinyatakan berstatus waspada, namun masyarakat Kecamatan Kayu Aro Barat, tetap melakukan aktivitas perekonomiannya seperti biasa. 

Camat Kayu Aro Barat, Agus Bagiono, saat dikonfirmasi via ponsel, Minggu (17/4) , mengatakan, hingga saat ini sejumlah warganya masih melakukan aktivitas perekonomian seperti biasa meski status gunung Kerinci waspada.

’‘Warga masih beraktivitas seperti biasa,’‘ ujarnya.

Agus mengatakan, pihaknya selalu melakukan sosialisasi di berbagai forum, bahkan dirinya sudah mengirimkan surat edaran ke 17 Kepala Desa yang ada di Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci.

‘‘Kami saat ini terus bersosialisasi serta mendata warga jika sewaktu-waktu harus dievakuasi ke tempat yang aman, terkait kondisi gunung Kerinci ini,’‘ katanya.

Untuk langkah antisipasi pihak Kecamatan Kayu Aro Barat, selalu bekerja sama serta berkoordinasi dengan Pemkab Kerinci, BPBD Kerinci, Pusat Vulkanologi serta para relawan

Dalmanto,  Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jambi juga mengaku saat ini status Gunung Kerinci masih berada di level dua atau status waspada. Kondisi ini sudah lama terjadi, begitu juga saat ini, meskipun Gunung Kerinci mulai menunjukkan peningkatan aktifitas kondisi berupa lava.

‘‘Dari level satu yaitu aktif normal, aktifitas Gunung Kerinci kini ada di level dua,’‘ akunya.

Disampaikannya, dengan kondisi ini maka warga tidak boleh ada yang melakukan aktifitas di radius 3 km dari kaki gunung Kerinci. Dari hasil pendataan di tahun 2012, jumlah warga yang tinggal di kaki gunung Kerinci mencapai 5 ribu jiwa.

‘‘Evakuasi belum dilakukan. Akan kita lakukan jika aktifitas Gunung Kerinci terus meningkat ke level tiga dan level empat,’‘  terangnya.

Namun dia mengaku tidak mendapat laporan terkait adanya suara dentuman yang sangat keras yang dikeluarkan gunung Kerinci.

‘‘Belum ada laporan,’‘ akunya.

Terkait titik pengungsian, lokasi yang disiapkan itu untuk desa yang hanya berjarak lima kilometer dari kaki gunung.

‘‘Ada tiga desa yang dekat dengan gunung api tersebut, yakni Desa Gunung Labu, Kersik Tuo, dan Sungai Kering Kecamatan Kayu Aro,’‘ kata Dalmanto.

Ia mengatakan jika sewaktu-waktu terjadi letusan gunung, warga Desa Gunung Labu pertama dikumpulkan (titik temu) di lapangan bola desa setempat. Kemudian warga Sungai Kering titik temunya di depan kantor desa setempat.

Sementara warga Kersik Tuo dikumpulkan di lapangan bola tepatnya dibelakang Polsek Kayu Aro, atau lokasi yang menjadi tempat evakuasi warga tiga desa tersebut.

‘‘Setelah berkumpul dititik temu, warga Gunung Labu dan Sungai Kering dibawa ke lapangan bola Desa Kersik Tuo yang berjarak 12 kilometer dari gunung. Setelah itu barulah semua warga dievakuasi dari daerah itu,’‘ kata Dalmanto.

Dalmanto juga mengatakan bahwa BPDB, SAR Gunung Kerinci, Dinas Kehutanan, relawan dan masyarakat peduli bencana terus berkoordinasi terkait perkembangan gunung tersebut.

Selain itu lanjutnya, sebanyak 30 warga di tiga desa itu sudah dilatih dalam tanggap bencana khususnya gunung Kerinci.

‘‘Satu desa sekitar 30 orang kita latih untuk tanggap bencana sejak satu tahun lalu, saat ini komunikasi dan koordinasi terus kita galakkan mengingat status gunung wasapada level II,’‘ ujarnya.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Arief Munandar, mengatakan, status Gunung Kerinci hingga saat ini belum darurat dan masih waspada.

‘‘Saya dapat laporan dari Kerinci masih level waspada. Kalau dentuman tadi pagi itu sudah biasa,’‘ ujarnya Minggu (17/4).

Lebih lanjut, dia juga mengatakan, dalam waktu dekat dirinya akan turun langsung ke Kerinci untuk melihat langsung kondisin Gunung Kerinci.

‘‘Sekarang masih belum berdampak, hingga saat ini belum ada warga yang diungsikan, tapi nanti jika status siaga warga harus kita evakusi,’‘ tambahnya.

(dik/azz/pin)

 







BERITA TERKAIT :



0 Komentar :






  Terkini  
  Terpopuler  
  Komentar