Mertua Tewas Ditikam Menantu

Senin, 11 April 2016 | 10:50:38 WIB | Dibaca: 9008 Kali


Dr Hermanto : Dampak Lemah Iman Lenyap Kesabaran


KUALATUNGKAL - Kemarin, sekitar pukul 16.00 WIB, warga Desa Kampung Durian, RT 06, Desa Pembengis, Kecamatan Bram Itam geger. Maklum, seorang mertua A (60)  tewas di tangan menantunya R (33) sendiri.  Ini terjadi, setelah keduanya terlibat cekcok mulut yang berujung maut itu. Korban A tidak sempat diselamatkan dan tewas di lokasi kejadian. Mengingat, warga banyak yang tidak tahu dengan peristiwa cekcok tersebut. 

"Rumahnya agak jauh ke dalam, jadi masyarakat banyak tahu setelah beberapa saat kejadian," ujar salah satu masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya.

Pelaku sendiri sempat melarikan diri ke semak, namun selang beberapa jam kemudian berhasil diamankan oleh Buser Polsek Tungkal Ilir. Kapolsek Tungkal Ilir, AKP Benny Pornika dikonfirmasi via telpon membenarkan adanya kejadian penikaman itu. "Pelaku sudah kita tangkap dan sudah dilimpahkan ke Polres Tanjabbar," sebutnya. Saat ini pelaku menurutnya sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ahli hukum Islam, Dr Hermanto Harun mengatakan dalam pidana Islam, hukum terhadap penikam adalah qisas. Hal ini katanya terjadi dalam masalah apapun.

'Penyebabnya bisa jadi karena lemahnya iman dan lenyapnya kesabaran,' terangnya. Selain itu, lanjutnya, orang berani dengan mudah berbuat jahat saat ini bisa jadi juga disebabkan lemahnya penegakan hukum. Mengingat, hubungan antara mertua dan menantu itu adalah seperti bapak dan anak.

'Hubungan dalam keluarga harus ada adab. Dimana yang muda tentu harus menghormati yang tua. Begitu juga sebaliknya, yang tua mengayomi yang muda,' terangnya.

Kedepan, dia mengharapkan keluarga di Jambi khususnya harus mengedepankan rumah tangga sebagai basis pendidikan terutama agama. Para anggota keluarga hendaknya diajarkan adab dan adat istiadat. 'Bagaimana bergaul, dan sopan santun,' terangnya.

(sun)