Akses Masih Lumpuh, Kerugian Belum Dirinci

Kamis, 28 April 2016 | 12:13:06 WIB | Dibaca: 1624 Kali

MUNASDI/JE TERGENANG: Setelah Merangin, Sarolangun dan Bungo, beberapa desa di Tebo juga mulai tergenang banjir akibat tingginya curah hujan di Jambi Wilayah Barat

Akibat Terjangan Banjir Bandang di Merangin dan Sarolangun

MERANGIN - Banjir bandang yang melululantakkan beberapa kecamatan di kabupaten Merangin dan Sarolangun Selasa kemarin (26/4) menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.

Tidak hanya kerugian materi seperti rumah dan kendaraan warga yang hanyut, trauma pasca banjir sepertinya juga menghinggapi masyarakat setempat.

Meski belum ada perhitungan secara resmi mengingat masih ada beberapa desa yang akses jalannya masih lumpuh, namun  khusus untuk banjir di Merangin saja, kerugian materi ditaksir mencapai angka miliaran rupiah.

Ini dibenarkan oleh Kepala BPBD Kabupaten Merangi, Ibrahim saat dikonfirmasi koran ini, kemarin.

Menurutnya, untuk jumlah kerugian akibat banjir tersebut secara rinci belum bisa dijumlahkan, namun dari taksiran sementara kerugian akibat banjir di Merangin tersebut capai miliaran rupiah.

‘‘Kalau kita lihat dari kasat mata kerugian ini miliaran rupiah. Belum lagi ditambah rumah warga yang hanyut dan rusak, jembatan putus,  dan beberapa ruas jalan yang lonsor. Ini bisa di katakan sangat parah, namun secara rinci belum bisa kita hitung,’‘ bebernya.

‘‘Hingga saat ini ( kemarin,red) kita masih di lokasi, karena dari Selasa kemarin kami tidak bisa keluar dari lokasi, ada 23  titik jalan darat terputus akibat lonsor ,’‘ tambahnya.

Dilanjutkannya, belum bisa dijumlahkannya secara rinci berapa kerugian akibat banjir tersebut, dikarenakan beberapa ruas jalan masih tertutup sehingga kendaraan tidak bisa keluar masuk lokasi, Namun diakuinya hingga kemarin banjir tersebut masih merendam beberapa tempat di daerah tabir induk.

‘‘Sekarang (kemarin,red) saja masih ada beberapa tempat di Tabir ini terendam banjir, seperti di Tabir induk. Meski tidak parah namun hingga saat ini kita masih mencoba menjumlahkan secara rinci total kerugian tersebut,’‘ tuntasnya.

Setali tiga uang, akibat banjir bandang di Kecamatan Batang Asai dan Limun beberapa hari lalu, mengakibatkan kerugian materil yang dialami masyarakat mencapai ratusan juta rupiah, hal ini diungkapkan Mulyadi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun kemarin (27/4).

Diterangkan Mulyadi, meskipun tidak ada korban jiwa, namun yang berhasil didata BPBD Sarolangun di Desa Rantau Panjang Batang Asai ada tiga bangunan rumah warga yang hanyut terbawa arus, disamping itu ada juga dua rumah yang rusak berat dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang berada di Desa Tangkui juga mengalami rusak berat, sehingga tidak bisa digunakan lagi.

‘‘Untuk pastinya saya lupa, yang jelas mencapai ratusan juta rupiah,’‘ujar Mulyadi.

Ditambahkannya, disamping ada bencana alam banjir bandang di Kecamatan Batang Asai, pada waktu yang sama juga terjadi banjir bandang di daerah Lubuk Bedorong Kecamatan Limun, namun hanya merusak satu bangunan rumah.

‘’Kalau rumah yang terendam banjir, itu kita mendata ada 416 unit rumah,’‘sebut Mulyadi.

Sebagai bentuk antisipasi terjadinya banjir susulan, BPBD Sarolangun tetap siaga, dan kemarin langsung mendirikan tiga unit posko di Desa Gurun Baru Kecamatan Mandiangin.

‘‘Banjir kiriman kemarin sekarang mulai sampai di Kecamatan Mandiangin, dan di Desa Gurun Baru debit air mulai naik, makanya kita langsung mendirikan posko,’‘ jelas Mulyadi lagi.

Oleh karena itu, Mulyadi mengingatkan seluruh warga yang berada di daerah aliran sungai untuk tetap waspada, disamping itu juga bagi warga yang berada di kawasan perbukitan untuk mencari tempat yang aman jika terjadi hujan lebat.

Tebo Juga Kebanjiran

Setelah Merangin dan Sarolangun, sedikitnya 160 Kepala Keluarga di Tiga Desa di Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo diterjang banjir hingga kedalaman mencapai 1,5 meter lebih. Akibat banjir inipun warga mengalami kesulitan air bersih dan bahan makanan, sebab akses jalan menuju ke pemukiman warga tidak bisa dilalui kendaraan.

Kepala Dinas Sosnakertran Tebo Alfi Rinaldi saat dikonfirmasi harian ini pada Rabu (27/4) kemarin mengatakan bahwa pihaknya sudah menurunkan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan warga di Tiga Desa.

‘‘Korban banjir mencapai 160 KK, itu diantaranya di Desa Sungai Landai 32 KK, Tanjung Pauh 55 KKdan 78 KK di Lubuk Punggur,’‘ terang Alfi Rinaldi kemarin.

Sementara itu menurut warga setempat, Samian, banjir yang menerjang wilayah pemukimannya ini jauh lebih besar ketimbang tahun sebelumnya. Akibat banjir inipun tiga desa untuk saat ini mengalami lumpuh total.

‘‘Akibat banjir ini ada rumah yang kena longsor, tapi alhamdulillah tadi siang air sudah mulai surut,’‘pungkasnya.

(amn/dez/bjg)