Dihibahkan Untuk Mako Brimob, Warga Kumun Keberatan

Jumat, 04 Agustus 2017 | 11:09:37 WIB | Dibaca: 883 Kali

GUSNADI/JAMBIEKSPRES
PANTAU: Kapolda Jambi, saat memantau eks terminal untuk mako Brimob.

 

SUNGAI PENUH - Beberapa waktu lalu, bertempat di Aula Rumah Dinas Bupati Kerinci, Kapolda Jambi menerima Hibah tanah untuk pembangunan Markas Brimob dari Pemda Kabupaten Kerinci, yang diserahkan langsung Bupati Kerinci, Adirozal. Dimana, tanah tersebut terletak di Desa Hulu Air, Kecamatan Kumun Debai, yang merupakan eks terminal pada awalnya.

Namun penyerahan aset Terminal Kumun yang diserahkan Adirozal kepada Kapolda untuk dijadikan Mako Brimob, ditolak sejumlah tokoh adat dan masyarakat Kumun Debai. "Tanah itu diserahkan tanpa ada ganti rugi oleh Pemerintah, itu semata mata hanya di peruntukan untuk pembagunan Terminal, bukan untuk yang lain," ujar tokoh masyarakat Adat Kumun Debai, Syafrizal.

Dijelaskannya, didalam adat ada aturan yang menyebutkan, seandainya sebuah tanah yang merupakan hak wilayat adat tidak di manfaatkan selama 2 tahun berturut turut, maka orang adat dapat menarik kembali hak wilayat itu.

"Kami sudah mengirim surat kepada Bupati Kerinci Adirozal, untuk menarik kembali apa yang telah dilakukannya yang berhubungan dengan terminal Kumun itu," ungkapnya.