Samudara Dioptimalkan, Ujung Jabung Terancam Stop

Senin, 04 September 2017 | 11:04:05 WIB | Dibaca: 384 Kali


MUARASABAK - Banyaknya anggaran dipersiapkan untuk pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung, membuat Pemrpov Jambi memilih untuk mengoptimalkan Pelabuhan Samudara yang berada di Kecamatan Muarasabak Timur.

“Kita harus memilih (antara Pelabuhan Ujung Jabung dan Pelabuhan Muarasabak,red), perut kita cuma satu kalau kita makan semuanya tidak mungkin,” ujar Gubernur Jambi H Zumi Zola Zulkifli usai menghadiri peluncuran bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Tanjabtim, di Kecamatan Geragai.

Pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung yang direncanakan memerlukan lahan seluas 4200 hektar, tentunya memerlukan dana yang tidak sedikit, sementara kondisi keuangan baik APBD Provinsi Jambi maupun APBN cukup terbatas. Belum lagi persoalan waktu yang dibutuhkan, untuk pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung itu sendiri. Sementara saat ini Provinsi Jambi, harus dapat bersaing dengan provinsi lain di bidang ekonomi.

“Cek sendiri ke lokasi, Ujung Jabung itu saat ini masih berupa hamparan tanah kosong. Sementara jika kita mengundang investor, mereka pasti menanyakan infrastruktur, air bersih, dan listrik. Di sisi lain kita harus bergerak cepat, Jambi harus dapat bersaing dengan lain di bidang ekonomi. Belum lagi persoalan akses jalan menuju Ujung Jabung sendiri, yang hingga saat ini sama sekali belum dibangun,” ujarnya.

Ketika awak media mencoba memastikan, apakah pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung akan dihentikan dan ditinggalkan begitu saja. Gubernur Zumi Zola hanya menjawab, sesuai intruksi pemerintah pusat melalui Dirjen Perhubungan, pihaknya harus memilih pembangunan mana yang harus menjadi prioritas utama. “Saya katakan sekali lagi, kita harus memilih, silahkan artikan sendiri ucapan saya,” tandasnya.

Sekedar diketahui, pembangunan tahap awal Pelabuhan Ujung Jabung yang menyedot dana Rp. 98 milyar telah menuai kritikan. Beberapa item pekerjaan yang dikerjakan PT. Dewa Ruci dan Tobe Indah, seperti pembangunan dermaga, talut yang dilengkapi dengan sand bag dan timbunan diduga dikerjakan asal jadi.

Solusi yang tepat agar Provinsi Jambi dapat segera bersaing dengan provinsi tetangga, menurut Zola dengan mengoptimalkan keberadaan Pelabuhan Muarasabak. Dimana pelabuhan ini kedepannya akan menggantikan Pelabuhan Duku, sebagai aktifitas bongkar muat. Kapasitas daya tampung Pelabuhan Talang Duku, saat ini hanya memiliki kapasitas daya tampung 4.000 ton saja. Sementara Pelabuhan Muarasabak yang memiliki dermaga berukuran 100 x 18 meter, kapasitas daya tampungnya sekitar 9.000 ton atau dua kali lipat lebih dibandingkan Pelabuhan Talang Duku. Begitu juga dari sisi letak geografis, keberadaan Pelabuhan

Muarasabak tentunya lebih dekat dengan Ambang Luar. Jarak antara Pelabuhan Talang Duku dan Ambang Luar, sekitar 93 mil dan memakan waktu perjalan selama 24 jam. Sementara dari Ambang Luar ke Pelabuhan Muarasabak, hanya berjarak 12 mil dan hanya memakan waktu perjalanan selama 2 jam saja.

(oni)