Jepang Pertimbangkan Beli Senjata Nuklir

Kamis, 07 September 2017 | 09:56:37 WIB | Dibaca: 327 Kali


TOKYO - Kenekatan Korut menguji coba bom hidrogen atau termonuklir saat situasi politik di Semenanjung Korea tengah panas membuat murka para pemimpin dunia. Terutama pemimpin Jepang dan Korsel. Karena itu, negara yang dipimpin PM Shinzo Abe tersebut dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk membeli senjata nuklir dengan atas nama AS. Sebab, mereka terikat traktat nonproliferasi (NPT).

Secara geografis, Jepang dan Korsel adalah tetangga terdekat Korut. Jika Korut benar-benar melancarkan serangan nuklir ke AS atau Kepulauan Guam seperti ancamannya, Jepang dan Korsel akan langsung terkena dampaknya. Sebagai satu-satunya negara yang pernah menjadi sasaran bom atom, Jepang merasa ketir-ketir. Karena itu, mereka mulai melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi skenario terburuk.

Salah satu di antaranya, memodifikasi perjanjian antinuklir Jepang. Dalam NPT, Jepang tidak boleh memiliki, memproduksi, atau mengizinkan keberadaan senjata nuklir di wilayahnya. ‘’Mungkin sudah tiba saatnya bagi kita untuk merombak perjanjian yang awalnya berisi tiga hal. Sebaiknya Jepang meninggalkan salah satu komitmennya di sana,’’ kata salah seorang pejabat pertahanan dan keamanan sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Pilihan paling mudah ialah memasukkan senjata nuklir ke Jepang. ‘‘Jika Jepang punya senjata nuklir, tampaknya Korut tidak akan seenaknya sendiri seperti sekarang ini,’‘ kata pejabat yang minta namanya dirahasiakan tersebut. Mantan Menteri Pertahanan Shigeru Ishiba usul supaya pemerintah mengatasnamakan AS dalam urusan senjata nuklir.

Menghadirkan senjata nuklir di Jepang bukan perkara sulit. Emily Chorley, pakar nuklir di IHS Janes, mengatakan bahwa Tokyo akan bisa mengembangkan senjata nuklir kurang dari setahun. ‘‘Jepang punya program nuklir sipil, materi atom, dan teknologi senjata nuklir. Tidak sulit untuk mengembangkan itu menjadi program senjata nuklir,’‘ paparnya.

Namun, pemerintahan Abe mengatakan tidak punya rencana ke arah sana. Hingga kini, Jepang masih mengikuti arahan Dewan Keamanan (DK) PBB terkait dengan krisis nuklir Korut. Apalagi, Korsel, Tiongkok, serta Rusia pun menghendaki solusi damai untuk Semenanjung Korea. Kemarin Beijing usul untuk menghentikan suplai minyak ke Korut. Tetapi, Moskow menanggapi dingin usul tersebut.

Sementara itu, di balik kebanggaan rezim Kim Jong-un atas kesuksesan uji coba nuklir Minggu (3/9), ada kerugian yang harus ditanggung rakyat Korea Utara (Korut). Kemarin (6/9) foto-foto dari lokasi uji coba menunjukkan bahwa ledakan bom hidrogen tersebut mengakibatkan tanah longsor. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

‘‘Terjadi tanah longsor di beberapa titik di sekitar fasilitas nuklir Punggye-ri,’‘ terang salah seorang Jubir 38 North, situs berita tentang Korut yang dikelola Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel). Kemarin kelompok tersebut merilis citra satelit Punggye-ri pascauji coba nuklir Korut. Jika dibandingkan dengan uji coba sebelumnya, kali ini ledakan bom menimbulkan kerusakan parah.

Minggu Korut meledakkan bom hidrogen dalam perut bumi. Tepatnya di salah satu lembah Gunung Mantap atau Mantapsan. Ledakan tersebut menimbulkan gempa bumi berkekuatan sekitar 6,3 Skala Richter (SR) dan terasa hingga Korsel. Guncangan hebat tersebut mengakibatkan beberapa sisi gunung di kawasan Kilju County tersebut longsor. ‘‘Ada juga tanah yang sempat ambles, tetapi kemudian kembali naik lagi,’‘ kata sang Jubir.

Selama ini Mantapsan memang selalu menjadi lokasi uji coba nuklir Korut. Hingga kini, enam kali mereka melakukan uji coba di sana. Termasuk uji coba paling baru pada Minggu lalu. Karena memang berfungsi sebagai lokasi uji coba nuklir, gunung tersebut memiliki beberapa terowongan. ‘‘Tetapi, getaran dan guncangan itu tidak sampai mengganggu kawah di puncak,’‘ lapor Jubir 38 North.

Menurut beberapa pakar nuklir Korsel, ledakan bom hidrogen itu juga mengakibatkan salah satu terowongan di perut gunung ambrol. ‘‘Daya ledak bom tersebut 50 kiloton hingga 120 kiloton.’‘ Demikian terang 38 North dalam pernyataan tertulis di internet. Pada 1945, kekuatan Little Boy alias bom atom yang meluluhlantakkan Kota Hiroshima hanya sepertiga bom hidrogen Korut.

(AFP/Reuters/BBC/hep/c4/any)