Serapan Anggaran Baru 47 Persen

Kamis, 07 September 2017 | 10:12:03 WIB | Dibaca: 422 Kali


KUALATUNGKAL - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tanjabbar hingga Bulan Agustus 2017 masih rendah. Serapan anggaran belum mencapai angka 50 persen dari total alokasi APBD sebesar Rp 1,2 Triliun lebih.

‎Ambo Tuo, Sekertaris Daerah Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat merincikan, hingga Agustus, persentase serapan anggarakan di angka 47 persen. Dirinya mengakui angka atau dalam persentase itu masih jauh dari kata ideal.

“Angka tersebut memang belum ideal," kata Ambo Tuo, kemarin (6/9) di kantor Bupati.

Kata Ambo Tuo, masih rendahnya serapan anggaran ini dipengaruhi beberapa faktor. Diantaranya, sejumlah pekerjaan fisik yang baru jalan. Adapula beberapa pekerjaan yang belum ditenderkan dan belum dikerjakan.‎

“Selain itu, pergantian kepala OPD juga mempengaruhi persentase serapan anggaran ini,” katanya.‎

Sementara itu, Anggota DPRD Tanjab Barat, Jamal Darmawan Sie, Politisi Demokrat mengangatakan, masih rendahnya serapan APBD di Tanjab Barat sangat mengkhawatirkan.

“Saya menyangkan hal itu, kita harus optimis dan yakin persoalan ini tidak akan menghambat jalannya program pembangunan pada APBD Perubahan di Kabupaten Tanjab Barat pada tahun 2017 ini,” katanya.

“Untuk proyek-proyek besar sudah banyak yang hampir selesai, seperti proyek jalan, dan jembatan ada yang sudah berjalan,” ucap Jamal.‎

Walaupun anggaran pendapatan belanja daerah tahun 2017 ini masih saja belum menunjukkan progres signifikan terhadap penyerapan anggaran, Jamal berkeyakinan tidak akan menghambat program pembangunan pada APBD Perubahan, jika berjalan sesuai prosedur.

"Dimana pada APBD Perubahan tidak banyak kegiatan proyek yang besar, hanya peralihan anggaran dan juga banyak perencanaan, mudah mudahan bisa berjalan sesuai dengan jadwal," sebutnya.

Jamal berharap, dengan semakin mendekati dipenghujung tahun 2017 ini, secara tidak langsung Pemkab harus lebih menggenjot penyelesaian rencana program kegiatan, pada APBD murni dan perubahan sendiri untuk kedepannya.

"Jika program tersebut tidak berjalan sesuai harapan, maka tidak tutup kemungkinan akan berujung terjadinya silpa yang cukup besar," tandasnya.

(Sun)