Wings Gagal Landing di Depati Parbo

Kamis, 07 September 2017 | 10:46:03 WIB | Dibaca: 548 Kali

PERDANA: Wings Air saat perdana mendarat di Kerinci.

KERINCI - Kabut asap yang begitu tebal yang melanda Kabupaten Kerinci dan sekitarnya pada Rabu (06/09) pagi kemarin, mengakibatkan pesawat Wings Air dengan rute penerbangan Jambi - Kerinci gagal landing di bandara Depati Parbo, Kerinci.

Akibatnya, anak dari PT Lion Group ini kembali ke Bandara Sultan Thaha Jambi. Sedangkan rute penerbangan Jambi-Kerinci dan Kerinci-Jambi pada Rabu (06/09) terpaksa dibatalkan.

Terlihat beberapa penumpang yang batak berangkat di Bandara Depati Parbo Kerinci.

Andarno, Salah seorang penumpang Wings Air mengakui kondisi tersebut. Ia mengatakan, pesawat Wings Air yang dijadwalkan tiba di Kerinci sekitar pukul 10.00 Wib, terpaksa balik ke Jambi, karena kabut dan cuaca kurang baik. "Saya naik di kelas ekonomi, dengan bangku nomor 40, namun setelah menunggu cukup lama, ternyata keberangkatan batal," ungkapnya.

Sedangkan penumpang lain, Dodo Harianto, yang juga salah seorang anggota DPRD Kerinci juga mengakui hingga pukul 11.20 Wib, penerbangan masih ditunda, karena kondisi cuaca yang kurang baik. "Cuaca kurang bagus, terpaksa harus menunggu, tapi wajarlah demi keselamatan," sebutnya.
Salah satu petugas Bandara Depati Parbo, Aldo, membenarkan pesawat Wings Air batal mendarat di bandara Depati Parbo. "Karena ada kendala cuaca, makanya pesawat memutuskan kembali ke Jambi, ini semata untuk keselamatan penumpang," katanya singkat.

Terpisah Station Manager Lion Air Jambi, Mardanus dikonfirmasi juga mmebenarkan hal tersebut. Diakuinya, bahwa pesawat Wings Air sudah dua kali mencoba melakukan pendaratan di Bandara Depati Parbo Kerinci, namun terkendala jarak pandang membuat Wings Air batal mendarat di Kerinci. "Ya hari ini (kemarin red), Wings Air batal mendarat di Bandara Depati Parbo dan kembali ke Bandara Sultan Thaha Jambi. Sudah dua kali mencoba mendarat di Kerinci, pertama sekitar pukul 09.45 Wib dan yang kedua sekira pukul 11.30 Wib," katanya.

Sedangkan terkait dengan kerugian yang dialami penumpang, Mardanus mengatakan jika penumpang ingin minta ganti rugi, pihaknya siap membayarnya. "Kita siap membayar ganti rugi penumpang, dan jika ada yang ingin merescedulw kembali keberangkatan, nanti akan kita cari hari yang pas," jelasnya. (adi)