Dicuri, Petani Kulit Manis Resah

Kamis, 28 September 2017 | 10:46:59 WIB | Dibaca: 671 Kali

GUSNADI/JAMBIEKSPRES
KAYU MANIS: Perkebunan kayu manis di Koto Lebuh Tinggi, Kecamatan Gunung Kerinci yang sering digondol maling. 

KERINCI - Kenaikan harga Casiavera (Kulit Manis) ditingkat nasional hingga internasional, ternyata tidak hanya memberikan dampak baik bagi petani. Justru sebaliknya, disejumlah daerah di Kerinci, petani malah mendapat petaka. Seperti yang dialami petani Kulit Manis di Koto Lebuh Tinggi, Kecamatan Gunung Kerinci. Pasalnya, beberapa ton milik petani raib digondol maling.  ‘’Ratusan batang Kulit Manis miliknya yang sudah dikulitinya dikebun dibawa lari oleh pencuri,’’ aku Rido.

 

Dikatakannya, aksi pencurian tersebut sudah seringkali terjadi di wilayah perkebunan Koto Lebuh Tinggi, bahkan casiavera milik warga yang di kebun hingga didekat perumahan masyarakat sudah raib di gondol pencuri. ‘’Bisa dikatakan saat ini casiavera warga tidak aman lagi, bahkan casiavera yang ditanam di pinggiran lapangan juga raib di gondol pencuri,’’ ujarnya.


Bupati Kerinci, Adirozal, mengatakan semenjak mendapat sertifikat dan harga naik, maraknya terjadi pencurian kulit manis milik petani di Kerinci. Bupati minta kepada para petani, untuk berhati-hati dan menjaga kebunya, karena para pencuri semakin nekat.

‘’Saya meminta kepada masyarakat Kerinci untuk tidak main hakim sendiri, jika pelakunya ditangkap, silakan serahkan kepada pihak yang berwajib untuk diproses hukum,"imbuhnya.

Sementara Kapolsek Gunung Kerinci, Iptu Yudhistira, saat dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut mengaku belum menerima laporan dari masyarakat. "Belum ada laporan," singkatnya saat dihubungi via ponsel.

(adi)