Jembatan Sanggarang Agung - Tanjung Batu, Berlobang

Senin, 23 Oktober 2017 | 10:21:21 WIB | Dibaca: 199 Kali

GUSNADI/JAMBIEKSPRES
LOMBANG: Terliat lobang di jembatan penghubung di objek wisata Danau Kerinci.

 

KERINCI - Jembatan penghubung, yang terletak di objek wisata Danau Kerinci yakni Desa Tanjung Batu, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci nyaris ambruk. Bagaimana tidak, jembatan yang menghubungkan beberapa Desa tersebut, kondisinya saat ini sudah sangat memprihatinkan.

Pantauan dilapangan, terlihat salah satu bagian jembatan yang sudah berusia puluhan tahun tersebut bolong berdiameter sekitar 1,5 meter. Selain bolong, beberapa besi bagian kerangka jembatan sepanjang lebih 10 meter ini terlihat keluar sehingga sangat membahayakan. Agar selamat, bagi yang melintas di atasnya harus ekstra hati-hati.

Agil, yang setiap harinya melintas di jembatan tersebut mengatakan, bahwa kondisi jembatan berlubang ini sudah hampir Dua bulan lebih. Namun, belum ada upaya pemerintah daerah dalam hal ini Dinas PUPR untuk memperbaiki. "Terdapat Dua lobang yang terbuka cukup besar, dengan besi sudah keluar, yakni dipangkal dan ujung Jembatan," ungkapnya.

Kondisi tersebut diperparah ketika malam harinya, dengan Dua lobang dan besi yang sudah keluar, ditambah dengan tak adanya lampu jalan diarea tersebut. Membuat, beberapa pengendara pernah kecelakaan. "Kalau malam harinya, disitu gelap. Pengendara sering terjatuh karna masuk lobang," katanya.

Diungkapkannya, lubang Jembatan penghubung ini tepatnya ditengah badan jalan. Jika dibiarkan, jembatan tersebut bisa putus. Apalagi, jembatan penghubung tersebut sering menjadi perlintasan kendaraan besar seperti dumptruk. “Khawatirnya, pas mobil melintas, jembatan itu sudah tidak kuat lagi menahan beban yang berat, akhirnya putus. Karena jembatan ini sudah tua, namun belum pernah dilakukan perbaikan,” ucapnya.

Deka, warga setempat mengaku khawatir ketika ada kendaraan besar yang melintas jembatan tersebut. Mengingat, lubangnya sudah menganga lebar. “Lubang besar di jembatan ini, karena memang usianya sudah tua dan belum pernah ada perbaikan dari pemerintah daerah. Artinya, pemerintah jangan tutup mata dengan adanya infrastruktur Kabupaten Kerinci yang membahayakan dibiarkan,” tuturnya.

Dikataannya, memang ada jalan alternatif jika nantinya jembatan itu ambruk. Tapi, jarak tempuhnya lumayan jauh. Bukan hanya itu saja, apalagi setiap harinya jembatan tersebut selalu digunakan warga sekitar untuk pergi ke Danau untuk mencari ikan. "Ini nantinya akan berdampak juga pada nelayan, jika jembatan putus, nelayan susah untuk mencari ikan," tandasnya.

Sementara hingga kini pihak Dinas PUPR Kerinci, belum bisa berhasil dimintai keterangan. Ketika dihubungi via ponsel, nomor Kadis PUPR Kerinci, Harmin, sedang tidak aktif.

(adi)