PDIP Optimis PAN Dorong Kader, Pada Pilwako Jambi 2018

Selasa, 02 Januari 2018 | 13:42:47 WIB | Dibaca: 180 Kali

Dok/JE
PILKADA : Abdullah Sani ketika mendaftar di penjaringan PDIP beberapa waktu lalu. Hadapi Pilwako, PDIP yakin PAN dorong kader. 

JAMBI - Pasangan Abdullah Sani-Kemas Alfarizi diwacanakan akan diusung oleh duet maut koalisi PAN-PDIP. Hanya saja, hingga saat ini dukungan tertulis dari PAN belum juga turun.

Kondisi ini kemudian menimbulkan spekulasi apakah pasangan ini bisa maju atau tidak. Mengingat partai lainnya sudah mengarahkan dukungan ke pasangan Fasha-Maulana.

Namun kegelisahan dijawab optimis oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi, Edi Purwanto. Menurutnya, tidak ada keraguan dari PDI Perjuangan soal perahu Sani-Izi di Pilwako. “Insya Allah tidak ada masalah. Kita tunggu saja. Yang terakhir-terakhir itu yang biasanya memberikan kejutan. Yang penting kan akhirnya menang,” ujarnya.

Ia mengatakan banyak pengalaman di Pilkada sebelumnya yang membuktikan jika koalisi besar tak menjamin kemenangan. “Saya dulu contohnya duluan deklarasi. Masna-BBS di Muarojambi tidak pakai deklarasi, Cuma dua partai, SK di ujung-ujung, menang juga,”katanya.

Menurutnya, yang terpenting bukan di seremonialnya. Tapi di fakta lapangannya. Bagaimana strategi pemenangan dan kesukaan masyarakat di tataran akar rumput.

Soal sikap PAN yang masih menggantung dukungannya, Edi mengaku secara partai tidak memiliki kewenangan untuk menjawab. Namun Menurutnya, PAN tentu juga akan mendorong kadernya untuk maju di Pilwako, “Saya rasa PAN menitikberatkan Alfarizi sebagai kader, saya optimisnya juga disitu,” sebutnya.

Untuk itu, dirinya optimis jika pasangan ini akan mendapatkan SK dukungan dari PAN, apalagi komunikasi PDIP dengan PAN terus terjalin cukup baik, meskipun ia juga mengakui jika PDIP masih menunggu rekomendasi dari PAN. “Kalau SK dukungan dari PDIP tinggal diserahkan saja, kita tunggu dari PAN, karena tidak kapasitas saya menyampaikan rekomendasi partai lain,” ujarnya.

Soal kabar di tingkat pusat DPP PAN enggan berkoalisi dengan PDIP, Edi justru menyebut hal itu tidak menjadi permasalahan, “Di Pilkada Sulawesi, di Pilkada Jawa Tengah dan Sumatera Selatan. PDIP berkoalisi kok dengan PAN,” pungkasnya.

(aiz)