Waspada Investasi Bodong, OJK Gandeng PKK

Jumat, 26 Januari 2018 | 06:54:37 WIB | Dibaca: 177 Kali

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Sondang Martha Samosir memberikan materi mengenai pengenalan tugas dan fungsi OJK

JAMBI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi menggandeng  ibu-ibu PKK Provinsi Jambi untuk melawan investasi bodong. Ini diwujudkan OJK melalui  edukasi waspada investasi bagi komunitas pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK)  pada Rabu kemarin (24/1).

Dihadiri langsung oleh Kepala Departemen Literasi  dan Inklusi Keuangan OJK, Sondang Martha Samosir yang mengatakan, kegiatan ini merupakan tugas OJK untuk meningkatkan pemahaman dalam mewaspadai penawaran investasi ilegal atau investasi bodong yang terjadi di masyarakat dan penanganan investasi illegal.

“Saya berharap ibu-ibu yang hadir disini tidak termasuk yang kena masalah  investasi bodong,” kata Sondang dihadapan Ibu-Ibu PKK Provinsi Jambi di Rumah Dinas Gubernur kemarin.

 Maraknya investasi bodong ditengah kehidupan masyarakat yang masuk dengan berbagai pola mendorong  berbagai pihak yaitu  OJK, Kementerian Perdagangan, Kementrian  komunikasi dan Informatika, Kementrian  koperasi dan UMKM, Kejaksaan, Kepolisian RI dan Badan Koordinasi Penanaman Modal memperkuat kerjasama dalam Satuan Tugas Waspada Investasi. Dimana  tujuan utamanya adalah mencegah  agar  tawaran dan praktek investasi ilegal  tidak merajalela di Jambi.

“Kegiatan edukasi waspada investasi hari ini (red, kemarin) menyasar segmen perempuan yang tergabung dalam organisasi PKK yang kami harapkan dapat memberikan efek  kepada lingkungan sekitarnya. Jadi nanti ibu-ibu semuanya  akan menjadi agen literasi keuangan (ALIKA)  baik dirumah maupun lingkungan sekitar,” jelasnya.

Ketua TP-PKK Provinsi Jambi,  Sherrin Tharia Zola yang membuka kegiatan edukasi kemarin menegaskan, edukasi ini  menambah wawasan ibu-ibu PKK   tentang Otoritas Jasa Keuangan, Satgas  Waspada Investasi dan Perencanaan Keuangan. Saat ini banyak amsyak ibu-ibu rumah tangga yang belum memahami  pengelolaan keuangan rumah tangga hingga masih banyak yang tergitur dengan investasi bodong yang memberikan iming-iming keuntungan besar.

“Agar dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sebagai ibu dituntut agar dapat memilah-milah mana yang merupakan kebutuhan dan mana yang merupakan keinginan,”katanya.

 Sherrin juga menambahkan, sebagai ibu rumah tangga juga harus cermat dan memiliki pengetahuan keterampilan serta keyakinan untuk yang mempengaruhi sikap dan perilaku dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan.

“Cermat dalam mendapatkan produk keuangan yang ditawarkan oleh Industri Jasa Keuangan  melalui edukasi diharapkan memberikan pemahaman mengenai karakteristik, manfaat dan resiko serta  kegunaan produk dan atau layanan Jasa Keuangan,  pengelolaan keuangan pribadi hingga perilaku positif dalam pengelolaan keuangan serta memiliki pengetahuan terhadap hak dan kewajiban mereka sebagai konsumen,” tambahnya.

Dalam edukasi kemarin, selain pengenalan OJK,  produk investasi, juga diberikan materi terkait pengelolaan keuangan kepada ibu-ibu PKK yang hadir. Hadir pula dalam kegiatan ini, Endang Nuryadin Kepala OJK Provinsi Jambi serta  2 narasumber yaitu Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan  Akta Bahar Daeng yang memberikan materi mengenai “hindari investasi illegal” dan   Kementrian Koperasi dan UMKM,  Ahmad H Gopar.

(yni/adv)