288, 5 Hektar Lahan & Hutan Terbakar, Petugas Temukan Bensin di Lokasi Kebakaran

Kamis, 08 Februari 2018 | 12:16:23 WIB | Dibaca: 434 Kali

KARHUTLA: Hutan dan lahan yang terbakar di kawasan Sungai Penuh beberapa waktu lalu.

KERINCI - Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, musim kemarau melanda wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Ratusan lahan dan hutan terbakar. Karhutla ini terjadi akibat oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab yang membuka lahan dengan membakar.

Berdasarkan data dari Kantor Pengelolaan Hutan Produksi unit 1 Kerinci, selama 2 bulan terakhir mencatat dan telah berhasil mengantisipasi, kebakaran hutan dan lahan seluas 288,5 Hektar yang ada dalam Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Jumlah kerugian akibat kebakaran hutan tersebut mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala KPHP Kerinci Unit I, Neneng Susanti, dikonfirmasi mengatakan, atas kejadian kebakaran tersebut pihaknya menurunkan Tim Satgas Dalkarhutla untuk ikut memadamkan api dengan dibantu instansi terkait lainnya, baik dari pihak TNI dan sebagainya.

"Tindakan yang kita lakukan dengan pengecekan dan berkoordinasi dengan instansi terkait, serta berusaha memadamkan api," ujar Neneng Susanti.

Berdasarkan laporan dan Tim Dalkarhutla, lanjutnya, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi merupakan dampak dari prilaku buruk dari manusia itu sendiri. Diantaranya sengaja melakukan pembakaran, pembukaan lahan dengan pembakaran.

"Hutan dan lahan yang kebakarannya paling besar terjadi di Desa Air Hangat Barat yang jumlah hutan dan lahan yang terbakar mencapai angka 45 hektar dengan kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah," ungkapnya.

Adanya pembakaran yang tidak bertanggung jawab yang membakar terus ditinggalkan. "Tim Dalkarhutla berhasil menemukan barang bukti berupa bahan bakar bensin di lahan yang terbakar," terangnya.

Kedepannya, dia menghimbau kepada masyarakat agar tidak sembarangan melakukan pembakaran hutan. Dia menganjurkan masyarakat tani kerinci untuk membuka lahan secara tradisional demi menjaga kelestarian hutan dan lahan.

Berdasarkan data laporan, kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kerinci dan Sungai Penuh tahun 2018, yakni Januari ada sekitar 122 hektar. Rinciannya, di Desa Sumur Jauh dengan luas lahan 14 hektar, Pancuran Tiga 23 hektar, Renah Kayu Embun 25 hektar , Ulu Air dan  Sandaran Galeh 35 hektar, Talang Lindung 5 hektar, Tanjung Pauh Hilir 5 hektar, Bukit Setiong 3 hektar, Masgo 10 hektar dan di Hutan lahan desa Aur Duri seluas 2 Hektar, dengan kerugian diperkirakan Rp65,6 Juta.

Sementara untuk Februari hingga Tanggal 7 Februari 2018 tercatat, ada sekitar 83, 5 Hektar lahan yang terbakar, diantaranya di Desa Sanggaran Galeh 3 Hektar, Tanjung Pauh Hilir 3,5 hektar, Renah Kayu Embun 5 Hektar.

(adi)