Raup Uang Lewat BUMDes, BUMDes Belum Merata, Dari 1.399 Desa, Hanya 573 BUMDes

Senin, 12 Februari 2018 | 13:41:23 WIB | Dibaca: 322 Kali


JAMBI - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Provinsi Jambi yang notabenenya bisa menjadi sumber ‘uang’ alias sumber Pendapatan Asli Desa, ternyata belum begitu merata di Provinsi Jambi.

 

"Ini sangat disayangkan, padahal BUMDes ini sangat baik. Dengan adanya BUMDes, desa akan memiliki penghasilan sendiri", Lutpiah - Kadis P3AP2  Provinsi Jambi

 

Berdasarkan data yang diperoleh koran ini di  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (P3AP2) Provinsi Jambi, dari 1.399 desa di Jambi, jumlah BUMDes saat ini baru 573 unit.

Namun demikian, dari tahun ke tahun, sejak dicanangkan oleh Pemerintah Pusat,  BUMDes di Provinsi Jambi sejak tahun 2015 lalu mengalami perkembangan yang sangat signifikan.

“Meski jumlah BUMDes naik dari tahun ke tahun, namun belum semua Desa di Jambi memiliki BUMDes. Kita selaku pemangku pemerintah terus melakukan pendampingan,” ujar  Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Pengendalian Penduduk (P3AP2) Provinsi Jambi, Lutpiah mengatakan,

Dijelaskanya, dari 10 Kabupaten/Kota, yang ada, Kabupaten Kerinci memiliki jumlah BUMDes paling banyak dibandingkan Kabupaten lainnya dengan jumlah BUMDes sebanyak 109.

Selain itu, petumbuhan BUMDes di Kabupaten Kerinci , menurut Lutpiah, sangat baik. Tahun 2015 di Kerinci terbentuk 4 BUMDes, jumlah ini meningkat berlipat-lipat di tahun 2016 menjadi 53 BUMDes dan terus meningkat di tahun 2017.

“Mendirikan BUMDes itu tidak perlu modal yang besar, tinggal kesepakatan masyarakat. Kemudian,  sektor apa yang menjadi unggulan di daerah tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, sambung Lutpiah, daerah dengan BUMDes paling sedikit adalah Kota Sungai Penuh, dengan 8 Kecamatan, 65 Desa. Dari tahun 2015 hingga tahun 2017 hanya terbentuk 6 BUMDes.

“Ini sangat disayangkan, padahal BUMDes ini sangat baik. Dengan adanya BUMDes, desa akan memiliki penghasilan sendiri, kemudian, akan membantu pembangunan dengan hasil keuntungan,” ujarnya.

Masih kata Lutpiah, di Jambi, untuk potensi tidak mengalami kekurangan. Hampir di seluruh desa yang ada memiliki potensi masing-masing. Memang, kata dia, paling banyak di Jambi ini sektor pertanian.

Sebenarnya, apabila masyarakat mau bergerak untuk melakukan usaha, maka, penghasilan merek akan meningkat. Tinggal mereka melihat peluang dan melakukan kegitan usaha.

“Kendalanya ide dan kemauan masyarakat yang tebatas,” ungkapnya.

Secara garis besar, tipe masyarakat Jambi ini adalah selalu ingin ditempel. Maksudnya dilakukan secara terus menerus. Jika dilepaskan pendampingan, maka, kegiatan akan terhenti.

Sekarang, yang sedang dilakukan adalah membangun, rasa memiliki. Menurutnya, rasa memiliki ini sangat penting, dengan masyarakat memiliki, maka, BUMDes itu akan berjalan.

“Pendampingan terus kita lakukan, hal ini kami lakukan agar mereka tetap berada dalam aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Dari jumlah BUMDes yang ada, dikatakan oleh Lutpiah, didominasi dengan sektor Pertanian, dan Perkebuan. Dua sektor ini menjadi usaha pilihan paling diminato oleh masyarakat.

“Ini karena masyarakat Jambi juga didominasi dua sektor itu,” katannya.

Lutpiah juga mengatakan, meskipun pemerintah terus mendorong pendirian BUMDes, namun arahan yang dilakukanjuga tidak menganggu usaha yang sudah di daerah.

Ia mengharapkan dengan pendampingan yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat juga memiliki inovasi dalam melakukan usaha.

“Ini kita lakukan agar BUMDES benar-benar memberikan tambahan pengahsilan desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Pembanguan Provinsi Jambi, Prof. Hariadi mengatakan, BUMDes ini merupakan tempat usaha bagi masyarakat. Dan pemerintah harus memberikan dukungan dengan melakukan pengelolaan BUMDes, maka, daerah tersebut sudah dekat dengan kesejahteraan. Dengan pelaksanaan yang baik, jelas kesejahteraan masyarakat akan mengalami peningkatan dengan sendirinya.

“BUMDes adalah badan usaha yang  harus dikelola dengan baik. Apa bila salah mengelola, maka, BUMDes ini juga malah bisa merusak daerah. Pasalnya, usaha yang mereka lakukan merugi dan  mempersulit daerah,” katanya.

Unutk menghindari kejadian ini, menurut Hariadi, pemerintah harus mendorong daerah untuk serius mengelola BUMDes. Kemudian, melakukan pendampingan-pendampingan dengan baik agar kegiatan tersebut terus berlangsung.

“BUMDes ini memiliki daya dorong pertumbuhan dari bawah,” katanya.

Dijelaskanya, daya dorong pertumbuhan ekonomi dari kegiatan BUMDes secara langsung dirasakan oleh masyarakat. Pasalnya, pelaksanaanya langsung dari masyarakat itu sendiri. Selain melakukan pekerjaan sendiri, mereka juga mengatur menagemennya.

“Makanya dorongan dan pendampingan yang harus dilakukan,” ungkapnya.

Kemudian, pemerintah juga harus mendukung infrastruktur seperti jalan. Ini sangat diperlukan, menurut Hariadi, jika didukung dengan tranportasi yang baik, maka, usaha yang dilakukan akan berjalan dengan baik.

Ia mengatakan, di Jambi, sektor pertanian dan perkebunan masih mendominasi. Oleh karena itu, infrastruktur dan transportasi menjadi sarana pendukung yang memberikan pengaruh cukup besar.

“Pemerintah harus seirus juga dalam hal ini,” ungkapnya.  

 

 

Terpisah, salah satu desa di Kerinci, Tanjung Tanah, mulai bisa memanfaatkan keindahan alam desanya untuk mendatangkan PAD.

Tempat pembuangan sampah kini disulap menjadi Pantai Pasir Panjang, karena posisinya yang berada persis di bibir Danau Kerinci. Destinasi wisata baru di Kerinci yang kini mulai ramai dikunjungi warga.

Tokoh masyarakat Desa Tanjung Tanah, Suhardiman, mengatakan bahwa pantai pasir panjang Desa Tanjung Tanah ini baru aktif dalan sepekan terakhir ini.

Berkat kerjasama antara warga dengan Pemrintahan Desa setempat, dengan secara bergotong royong untuk membuat tempat wisata baru.

"Warga secara gotong royong menjadikan tempat wisata pasir panjang Desa Tanjung Tanah," ujar Suhardiman.

"Hampir setiap hari, wisata ini selalu ramai pengunjung yang datang, bahkan jauh-jauh dari Daerah Siulak dan Kayu Aro," tambahnya.

Melihat potensi wisata yang luar biasa ini, Pemerintahan Desa berencana akan mengusulkan ke Dinas Patiwisata Kabupaten Kerinci untuk pembuatan gazebo, jalan pendesrian, termasuk tempat santai dan ibadah. ‘’Kami berencana, akan mengusulkan wisata pantai pasir panjang Desa Tanjung Tanah ini untuk dijadikan BUMDes Tanjung Tanah. Karna ini, bisa menghasilkan PADes," ungkapnya.

 (nur)